Denah Ruang Ujian UT Harusnya Bisa Lebih Baik

Minggu ini saya ujian terakhir di UT, deres banget ujiannya sampe empat mata kuliah sekaligus. Karena UT ga punya tempat yang luas untuk mahasiswa-nya yang super banyak, maka lokasi ujian ditempatkan di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK.

Ujiannya ga ada masalah sih, tapi denah ruangannya bikin bingung, pusing dan lama banget buat pahami denahnya—walaupun ternyata denah itu bukan untuk jadwal ujian hari ini, tapi tetap aja bikin bingung.

Kamu liat aja deh, cara bacanya gimana coba?

  • Ga ada “alur denah”
  • Ruangan di gedung bertingkat dibuat berdampingan, jadi keliatan satu tingkat tapi sebenarnya tingkat berbeda.
  • Tulisan kecil, dan tidak ada legend atau informasi tambahan.
  • Lokasi ruangan tidak menjelaskan di lantai berapa.

Masalahnya dimana?

  • Pembaca gatau “saya lagi dimana?”
  • Gatau ruangan ada di lantai berapa.
  • Mudah salah arah, kecuali harus tanya ke petugas sekitar.

Walaupun bisa tanya ke petugas sekitar, informasi yang jelas dapat meminialisir salah arah dan mudah untuk navigasi gedung-gedung kaya labirin.

Beberapa area punya tanda panah di beberapa persimpangan, tapi secara praktikal petugas harus pasang panah di berbagai tempat dan mahasiswa perlu tanya ke petugas untuk tahu lokasi spesifik.

Jadi, gimana caranya agar peta denah ini jadi lebih berguna?

Denah yang bagus dan informatif berguna banget, kenapa?

  1. Petugas cukup cetak satu denah yang sama, dan tempel di beberapa tempat tanpa ngubah apapun. Selain hemat kertas, juga memudahkan mahasiswa yang baru pertama kali masuk sekolah.
  2. Denah sekolah yang bagus dapat dipake berkali-kali kalau sekolah ga ngubah banyak gedung.
  3. Petugas tetap ada tetapi tidak terlalu krusial kecuali dibutuhkan saja.
  4. Jika dibuat standarisasi, maka mahasiswa akan lebih familiar dengan denah saat pindah-pindah lokasi ujian.

Saya sebagai anak TI, pengen propose solusi template denah yang lebih baik berorientasi pada pembaca. Tujuannya selain memudahkan peserta/mahasiswa juga petugas. Let’s make the world a little bit better.

Propose Konsep Denah

Saya bakal bikin propose denah (floor plan) dengan batasan ini:

  • Simpel dan sederhana, bisa ngejelasin denah sekolah yang bertingkat-tingkat.
  • Denah harus bisa dicetak kertas A4/F4, karena cukup ditempel di dinding tanpa butuh ruang yang besar.
  • Memiliki pola mudah dipahami dan mudah dibuat.

Jujur aja ini cukup tricky, tapi saya coba buat beberapa konsep. Semoga membantu.

Simple Layout

Tantangan bikin denah adalah gimana cara jelasin ada beberapa tingkat bangunan?. Denah harus bisa jelasin beberapa ruangan baik di lantai dasar maupun lantai tingkatannya.

Solusi sederhana adalah membuat legend.

Contohnya gambar ini, kita pengen jelasin:

  • Gedung A:
    Lantai 1: Ruang 1, Ruang 2, Ruang 3.
    Lantai 2: Ruang 4, Ruang 5.
  • Gedung B:
    Lantai 1: Ruang 6, Ruang 7
    Lantai 2: Ruang 8, Ruang 9
  • Gedung C:
    Lantai 1: Ruang 10, Ruang 11,
    Lantai 2: Ruang 12, Ruang 13.

Dari gambar diatas, kita bisa tambahkan legend, gambar tangga, alur masuk dan sedikit kontras warna biar pembaca tahu harus fokus kemana.

  • Denah punya daftar gedung, tanpa sebutin nama gedung asli (biasa dipakai sekolah), cukup pakai inisial A, B, C, dan seterusnya.
  • Bagi gedung yang punya lebih dari satu lantai, dijelaskan di legend, nama-nama ruangan. Pembaca cukup telusuri gedung berdasarkan lokasinya.
  • Lokasi tangga, ini ga kalah penting juga untuk navigasi atas-bawah.
  • Panah alur sebagai arah masuk pembaca agar tahu dari mereka bisa mengarah kemana saat pertama kali masuk gedung.
  • Gedung yang tidak penting sedikit transparan seperti lapangan, perpustakaan, ruang guru, gudang, kantin, dan lain-lain. Sehingga pembaca fokus pada gedung yang penting bagi mereka.
  • Denah hemat kertas, cukup satu halaman A4/F4 sudah menjelaskan seluruh denah sekaligus.

Saya juga sadar, denah ini punya beberapa kekurangan:

  • Lokasi ruangan tidak spesifik. Desain ini dibuat sederhana dan expect gedung tidak terlalu panjang untuk ditelusuri.
  • Tidak cocok untuk struktur bangunan yang kompleks, misalnya ada jembatan lantai atas.

Secara general, konsep denah ini sudah cukup mendeskripsikan sekolah dengan baik dan dengan mudah ditangkap oleh mahasiswa.

Multi-layer Layout

Masalah sebelumnya dapat dipecahkan menggunakan multi-layer layout floor plan. Kita pisah desain jadi beberapa lantai independen, masing-masing lantai punya desain berbeda-beda sesuai struktur denah ruangan.

Komponen penting di layout ini adalah:

  • Label ruangan dibuat berwarna dan kontras, agar mudah ditelusuri.
  • Lokasi tangga perlu dibuat jelas untuk tahu cara naik lantai.
  • Turunkan transparansi gedung yang tidak penting setiap lapisan.
  • Gunakan legend untuk beri informasi tambahan.
  • Urutan layer, beri label dengan jelas setiap bagian lantai gedung

Dapat dilihat, gedung C punya struktur yang kompleks karena lantai 1 hanya ada satu ruangan, sedangkan lantai 2 punya 4 ruangan. Dengan pola diatas, pembaca dapat mudah mencari ruangan pada gedung sekompleks mungkin.

Kekurangan dari layout diatas adalah:

  • Gambar jadi lebih kompleks mengikuti kompleksitas sekolah, inilah biaya yang harus dibayar untuk memudahkan navigasi.
  • Lebih banyak memakan ruang kertas.

Layout denah ini dibuat se-simpel mungkin, tidak perlu lokasi pintu atau jendela. Sehingga memudahkan petugas membuat denah dan memudahkan mahasiswa memahami ruang ujian dengan cepat.

Kesimpulan

Layout denah diatas dibuat dengan orientasi pembaca, bertujuan memudahkan navigasi gedung sekolah yang kompleks dan baru dikenali. Bagi dosen atau petugas UT yang baca ini, mungkin kesulitan untuk membuat denah, maka kami sebagai mahasiwa mungkin bisa sedikit membantu—Dari mahasiswa, kepada mahasiswa, hehe.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Bukan bermaksud menggurui tapi sharing ide untuk membuat dunia lebih baik. Terima kasih sudah membaca, selain ini saya juga menulis tentang AI dan pemrograman, silahkan browsing blog kecil ini.

Add a comment

Subscribe now!