Review Film War Machine (2026) @ netflix

Film War Machine 2026 tayang di netflix, setelah sahur noton ini. Aku kira ini tentang perang mesin lawan mesin, atau negara berperang menggunakan mesin—karena dari namanya war machine.

Plot alur film ini tidak terlalu cepat, masih mudah di cerna. Sepertiga lebih tayangan nunjukin progress training trainee ranger. Karakteristik film ini beri cerita tentang bagaimana trauma si karakter utama tentang masa lalunya yang buat dia punya masalah mental. Ketangguhan (Determination) sangat ditonjolkan, aku sampai iri dengan otot besarnya Alan Ritchson.

SPOILER ALERT!!


Ditengah perjalanan, para ranger melakukan test terakhir di hutan tak sadar ternyata ada mesin robot luar angkasa yang jatuh depan mereka. Robot tersebut menyerang dan mengejar anak-anak ranger ini. Si 81—tokoh utama— dan teman-temannya harus kabur dan lari sejauh mungkin, setiap sekian kilometer tetap terkejar dan berguguran satu persatu. Cara si 81 melawan robot yang tak terkalahkan itu cukup simpel dan cukup intuitif.

Lucunya dan ironisnya, si 81 harus menggotong temannya yang sejak awal datang robot sudah patah kaki. Dia tampak sangat senior disitu, menolong siapapun yang bisa ditolong. Trauma masa lalunya jadikan dia pantang menyerah, Don’t Fucking Quit (DFQ) jadi kata kunci penyemangat.

Dialog antar aktor tampak cukup bagus walaupun tidak terlalu menonjolkan dialog dan sebagian besar film flashback dan penuh action.

Aku suka Visual Effect robot, ledakan, dan lingkungannya. Terasa cukup nyata dan bagus. Properti yang digunakan sudah cukup menjelaskan lingkungan tentara. Penjiwaan karakter si 81 sangat menjelaskan keteguhan dan konsistensinya. Sebagai tentara memang dituntut selain kekuatan fisik, fokus pikiran dan mental dan alan Ritchson memenuhi itu.

Pendapat personalku, aku kira ini tentang mesin lawan mesin tapi ternyata mesin lawan si 81 sebagai mesin yang sangat tangguh. Tapi alasan ranger dari awal diceritakan hanya sebagai front-line di medan perang, dan memang ditugaskan harus tangguh sayangnya hanya sebagai bumbu cerita saja karena robot luar angkasa baru saja datang. Day-0 dari hari apocalypse—hari kiamat. Alasan dari robot luar angkasa datang juga tidak dijelaskan, hanya datang dan membabi-buta memburu manusia.

Tema film ini penuh dengan action, aku cukup lelah melihat perjuangan mereka dan cukup terbayarkan di akhir film. Target audien disarankan untuk dewasa karena banyak scene gore. Aku suka visual effect dan perjuangannya, tapi lelah karena tampak tidak adil—robot luar angkasa lawan trainee ranger tanpa senjata. Final score untuk film ini 7/10.

Terima kasih telah membaca

Subscribe now!