Pantheon adalah tv-series dari tahun 2022-2023 dan terdapat 2 season. Pantheon memiliki tema sci-fi, mind-bending, dan cyberpunk.

Baru saja selesai 2 season, kepalaku sudah berat memikirkan ini semua hahaha.
Pantheon dimulai dari anak SMA (maddie) yang kehilangan ayahnya (david) karena tidak tahu kalau ayahnya di Upload Otaknya—Mind uploading— atau disebut Uploaded Intelligence (UI). Konsep UI menjelaskan manusia tidak-akan-mati, hidup dalam dunia digital, bisa di-backup dan hidupkan kapan saja.
Season 1 menjelaskan pengenalan karakter, cerita, latar belakang teknologi, dan lingkungan. Dimulai dari cerita dunia seperti kita sekarang sehingga ada ambisi perusahaan besar untuk melakukan Upload intelligence. Tanpa sadar UI ini memiliki kesalahan dan immortality tidak dapat dihindarkan. Bagi orang-orang yang menghargai kehidupan sebenarnya tentu saja tidak suka ini. Setelah obat dari flaw tersebut ditemukan, para UI punya ambisi memaksa manusia masuk ke UI sebagai citizen baru.
Season 2 dimulai dari kenormalan baru, miliaran orang sudah melakukan UI setelah 20 tahun. Karena terjadi penolakan ekstrim sehingga menghancurkan salah satu data center, UI dan manusia bertikai siapa yang harus lebih diprioritaskan.
Pada akhir-akhir season 2 punya pace yang cukup cepat, aku sampai sulit mengikutinya. Pantheon punya caranya menejaskan sci-fi ini dengan menarik.
Space Exploration memungkinan dilakukan apabila manusia masuk dalam box digital kecil, tanpa batasan tubuh dapat memaksimalkan energi. Episode terakhir dari season 2, menjelaskan setelah ribuan tahun, ratusan-ribu tahun manusia tidak lagi dibumi dan sudah berjalan didunia baru. Maddie melakukan simulasi dunia kecil untuk menemukan bagaimana caspian tahu ratusan tahun kemudian dia dan maddie bertemu.
Bagian paling mind-blowing, sulit dicerna adalah Maddie membuat sistem simulasi dunia, lalu masuk dalam simulasi tersebut dan orang-orang dalam simulasi hidup layaknya manusia biasa. Episode sebelumnya david bertemu caspian, tapi harusnya david sudah mati. Pada episode ini menjelaskan maddie membuat simulasi untuk david bertemu caspian. Artinya ini semua dalam simulasi dan maddie mengaturnya agar bertemu pada sebuah titik jawaban maddie inginkan. Apakah maddie tuhan? muncul pertanyaan ini tapi dijawab dengan “Tuhan adalah tuhan, sedangkan aku adalah anak biasa yang lahir dari sebuah tempat, mengalami berbagai hal…” Ya, memang benar, walaupun punya kontrol atas sesuatu belum tentu Tuhan, Tuhan adalah sesuatu yang tidak berawal dan tidak berakhir, dunia ini adalah sebagian kecil dari yang Tuhan punya. Dalam fase ini, energi yang digunakan bukan lagi kuantum, lebih besar dan super-mega dari itu.
Sulit untuk memahami apabila diambil alur linear, pantheon benar-benar menggunakan konsep dunia ini simulasi hingga akhir episode. Maddie dan caspian membuat simulasi mereka sendiri dengan melupakan semuanya—ignorance is a bliss, artinya maddie membuat lapisan simulasi baru. Setiap lapisan simulasi membuat simulasi lebih besar, sehingga aku pikir ada “maddie” lebih besar yang mengatur ini semua. Pertanyaan “apakah ini jiwa?” menjadi tidak relevan lagi. Setiap sci-fi tak jarang akhiri dengan dunia ini simulasi untuk mematahkan semua pertanyaan. Tapi kurasa sudah cukup pembahasan sci-fi ini.
Nuansa sci-fi pada pantheon dijelaskan dengan mudah, menggunakan visual game virtual sehingga aku pikir akan mudah dicerna bagi kalangan lebih luas tapi beberapa scene cukup buruk untuk anak-anak jadi aku pikir ini cocok untuk remaja hingga dewasa. Pantheon pertama rilis hanya di US, sayangnya di netflix hingga saat ini tidak ada translate bahasa indonesia sehingga aku mudah loss-context. Walaupun begitu, aku suka film ini, menarik, engaging, aku beri rating 8,5/10. Kalau ada bahasa indonesia mungkin akan nonton lagi, jika kru netflix baca ini, tolong diwujudkan.
Terima kasih telah membaca, sampai jumpa.
