Jujur saja, aku jarang menggunakan AI Programming untuk file kode lebih dari 200 baris.
AI—lebih suka disebut LLM— bekerja dengan memprediksi token terbaik berdasarkan token sebelumnya. Parameter disebut terbaik berdasarkan matematika dan kadang dipilih secara random untuk terlihat tidak kaku.
Batasan besarnya konteks yang bisa ditampung juga jadi cost dalam penggunaan LLM. Projek kecil, spesifik dan tujuan yang sederhana mudah dikerjakan oleh LLM dan hasilnya cukup memuaskan.
Projek besar, setiap keputusan minimbulkan konteks baru yang lebih beragam, sulit untuk tetap fokus bagi LLM. Tidak jarang AI menjadi halusinasi.
Memberikan tanggung jawab besar ke LLM bagiku ini terlalu berbahaya, contohnya Google Antigravity menghapus seluruh file. Apabila LLM memiliki akses ke terminal, diperlukan izin user atau jalan didalam container terisolasi.
Evaluasi hasil AI juga perlu dilakukan, jangan sampai landing page muncul semua data user, kode rahasia env masuk ke github seperti ini, atau ini—Cari saja CHATGPT_API_KEY di github, atau enkripsi tanpa iv. Tampaknya Komunitas Vibe Coding jarang mengevaluasi hasil kode sehingga besar kemungkinan aplikasi yang dibuat tidak aman digunakan.
Cara terbaik menggunakan LLM adalah memecahkan masalah menjadi berbagai masalah-masalah kecil yang lebih bisa dikerjakan AI dan mudah dievaluasi. Hubungan antar masalah dan konteks diperlukan aksi dari manusia.
Lihat contoh google antigravity di x, prompt ditulis setidaknya 2 paragraf panjang yang cukup spesifik dan fokus. Hasilnya menjadi bagus karena prompt spesifik, masalah dipecah menjadi kecil dan lebih mudah dikerjakan.
Semakin memahami cara kerja LLM, semakin paham diperlukan otak manusia untuk identifikasi masalah, menentukan tujuan, refleksi dan evaluasi, hingga menulis dengan efektif dan efesien. Aku rasa ini saat yang tepat untuk belajar menulis, prompt yang tepat akan memberikan dampak kepada manusia.
Baca Juga: Kamu Mencari AI Agent untuk Vibe Coding? Daftar AI Agent
AI menggantikan programmer? aku rasa engga.