Kreativitas Ide Konten: AI vs Manusia

AI atau LLM memiliki ilmu yang sudah cukup luas dan general (AGI ?), konten AI sudah berkeliaran di internet bahkan video AI sulit diidentifikasi. Konten yang dimaksud adalah konten tulisan, video, audio yang dibagikan di internet.

Aku membuat konten di website ini bertujuan untuk membagikan pengalaman pribadi, eksperimen dan projek. Saat membuat konten, pertanyaan selalu muncul “bagaimana membuat konten yang tidak bisa dijawab AI sehingga orang-orang mencari di website seperti ini?”. Aku tidak ingin membuat konten atau tulisan yang dengan prompt sederhana sudah bisa menjawabnya. Pertanyaan ini membawa aku mempertanyakan kembali apa itu kreativitas? bagaimana membedakan kreativitas manusia dan AI?.


Poin Penting (Key Takeaways)

  • Kreativitas Buatan (Articial Creativity): Berdasarkan jurnal, kreativitas AI sebenarnya fatamorgana, tidak otentik, original dan robotik.
  • Konten Original membutuhkan sentuhan personal seperti pengalaman, perasaan, dan emosional.
  • AI tidak bisa membuat konten yang mendalam, eksperimental, berita terkini atau pengalaman pribadi.

Kreativitas Manusia vs AI

Membuat ide konten pasti sulit karena membutuhkan kreatifitas dan tidak efektif jika hanya mengandalkan otak. Meminta AI membuat ide konten mungkin nampak kreatif dan cepat, tetapi sebenarnya itu adalah Kreativitias Buatan (Artificial Creativity).

Artifical Creativity adalah deskripsi kreatif terhadap AI yang tampak seperti membuat ide baru, tapi sebenarnya AI hanya melihat pola dari konten yang sudah dipelajari. Sedangkan Kreativitas buatan manusia dihasilkan berdasarkan pengalaman pribadi, perasaan, cerita, harapan dan emosional. Perasaan ini tidak bisa dibuat oleh AI. Jurnal kreativitas mengatakan bahwa kreativitas AI adalah fatamorgana berdasarkan penilaian tentang makna kreativitas.

Ketika seseorang membuat produk, seni atau keputusan kreativitas mereka memiliki alasan yang kompleks dan sulit diucapkan karena gabungan dari pengalaman, intuisi dan perasaan. Sedangkan AI absen terhadap intuisi dan emosional.

Autentik adalah ekspresi diri yang menjadi nilai unik dari individu yang mengekspresikannya. Mencari ide konten dari AI mungkin berguna karena memiliki luasan ilmu yang sangat luas, tetap saja autentik berasal dari manusia itu sendiri.

Sentuhan Personal

Bandingkan kedua hal ini, seseorang yang berjalan di taman dan AI yang melihat video berjalan di taman. Manusia bisa melihat, merasakan, memahami lingkungan dan manusia lainnya dengan sangat-sangat baik. Setiap orang memiliki pengalaman masing-masing, mungkin merasakan dengan jelas bau daun, atau memahami perasaan orang lain sekitar, atau kombinasi dari merasakan angin, udara dan hangat matahari yang mengingatkan masa kecilnya berjalan ditaman dengan orang tua. Dibandingkan AI yang hanya melihat gambar sebagai bit-bit dan memahami pola taman, pohon, dan jalanan. Berdasarkan pengalaman kecil ini, hasil kreativitas antara manusia dan AI akan sangat berbeda, AI akan membuat ide berdasarkan pola dan data yang telah ia buat sendiri. Sedangkan kreativitas manusia tidak hanya kombinasi pengalaman pribadi juga perasaan yang abstrak. Abstraksi ini membuat kemungkinan kreativitas menjadi tidak terbatas, sedangkan AI terbatas pada data yang dimasukkan.

Pengalaman seseorang yang benar-benar mengalami suatu kejadian dapat menghasilkan perasaan yang kompleks, ingatan, perspektif, intuisi dan emosional Pengalaman ini tidak akan tergantikan oleh AI. Kreativitas AI tidak akan sehebat manusia.

Seseorang akan lebih menghargai saat membaca atau melihat konten blog yang dibuat sendiri berdasarkan pengalaman penulis, eksperimen, dan penjelasan yang mendalam. Media seperti blog mungkin akan berguna untuk orang-orang yang membutuhkan suatu konten yang spesifik dan sesuai kebutuhannya. Berbeda dengan sosial media yang selalu memberikan informasi terbaru berdasarkan saran dari algoritma.

Tipe Konten

Seseorang mungkin akan bertanya ke AI “cara membuat daftar isi di microsoft word”, AI sangat jago dibidang ini. AI bisa digunakan untuk mendapatkan, mengumpulkan dan memberikan ilmu baru dengan ringkasan yang mudah dimengerti. Manusia dibutuhkan untuk konten yang mendalam, spesifik, hasil eksperimen dan original. Konten yang seperti itu tidak bisa dibuat oleh AI.

Berita terkini dan terbaru dari dunia nyata sangat membutuhkan aktivitas manusia untuk mengumpulkan data, lagi-lagi AI tidak akan bisa melakukannya sendiri. Kecuali AI digunakan untuk mengumpulkan kesimpulan dari berbagai data tersebut, disini AI berguna sebagai alat pelengkap dan bukan pembuat konten dari awal.

Tujuan dari pembuatan konten sangat bergantung pada intensi atau niat manusia itu sendiri sehingga mengarahkan kepada tipe konten apa yang akan dibuat. Media penyebaran konten juga akan berpengaruh dalam jenis konten.

Media Penyebaran Konten

Media seperti blog menuliskan eksperimen, pemahaman mendalam, ditujukan untuk orang yang mencari informasi spesifik. Maka dibutuhkan tulisan konten yang original dan tidak plagiasi.

Sedangkan sosial media seperti tiktok, instagram, facebook, x, threads memberikan informasi kepada pengguna berdasarkan saran algoritma. Tidak ada hukuman bagi plagiasi dan jenis konten yang beragam. Konten original akan berkompetisi dengan konten buatan AI yang sangat mudah disarankan oleh algoritma.

Walaupun begitu, orang-orang lebih menghargai konten original, membantu dan otentik. Algoritma sosial media sudah cukup bagus untuk mengapresiasi pembuat konten yang otentik.

Kesimpulan

Kita akui kehebatan AI dalam membuat konten dan menemukan pola dari data non-numerik. Sejak AI mulai ramai, kreativitas AI tampak original tapi sebenarnya tidak benar-benar kreatif karena tidak otentik, tidak memiliki rasa, alasan dan hanya berdasarkan pola data. Dengan memahami sumber kreativitas Konten otentik yang sangat disukai oleh orang-orang zaman sekarang. Sekian dari saya, terima kasih.

Referensi

Subscribe now!